Showing posts with label Laporan Praktikum Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Laporan Praktikum Pertanian. Show all posts

Saturday, 23 July 2016

INTEGRATED THRESSING GRADING MACHINE (ITGM)

INTEGRATED THRESSING GRADING MACHINE (ITGM)

ITGM atau Integrated Thressing Grading Machine adalah mesin pertanian yang dapat digunakan untuk merontokkan sekaligus mengupas padi menjadi beras dan memisahkan menirnya. Namun perlu diperhatikan, kadar air pada beras tidak boleh kurang dari 14 persen. Jika kurang, maka akan mengakibatkan beras menjadi patah. Alsintan ini dilengkapi dengan system control otomatis electric. Artinya semua system yang ada pada ITGM digunakan arus listrik dan arus ini saling berhubungan antara system yang satu dengan yang lainnya (seri) apabila pada salah satu system terjadi not regular contraction current, maka system ini akan terputus dengan sendirinya tanpa merusak system lainnya.

ITGM memiliki 4 bagian utama, yaitu :
1.            Thresher
Berfungsi untuk merontokkan padi. Padi yang telah dirontokkan kemudian akan dibawa ke Huller melalui tower pemindah. Pemindahannya didorong oleh angin yang dihembuskan oleh blower.
2.            Huller
Berfungsi sebagai pengupas bulir padi menjadi beras. Terdapat dua huller, dimana fungsi huller pertama adalah sebagai pengupas padi, namun jika ada padi yang tidak terkelupas dalam huller pertama maka akan dikupas pada huller kedua.
3.            Selector
Padi yang telah dikupas di huller kemudian akan di transfer lagi melalui tower pemindah ke selector. Selector berfungsi sebagai penyeleksi beras bagus dengan beras patah. Selector dilengkapi dengan rol pembersih, dimana jika ada beras yang terselip pada dinding selector, maka rol pembersih akan mendorong kembali beras ke dalam selector. Beras dengan kondisi bagus kemudian akan dikeluarkan melalui pipa output.
4.            Converyor
         Beras patah dari hasil seleksi kemudian akan dialirkan ke Converyor yang kemudian akan                     dialirkan ke pipa output.

COMBINE HARVESTER

COMBINE HARVESTER

1. Head-feed type combine harvester
Mesin panen combine jenis ini dikembangkan di Jepang. Mesin ini hanya mengumpankan bagian malainya saja dari padi yang dipotong ke bagian perontok mesin. Gabah hasil perontokan dapat ditampung pada karung atau tangki penampung gabah sementara. Bagian pemotong dari mesin ini adalah hampir sama dengan bagian pemotong dari binder, bagian pengikatnya digantikan dengan bagain perontokan. Jerami, setelah perontokan, bisa dicacah kecil-kecil sepanjang 5 cm dan ditebar di atas lahan, atau tidak dicacah, tetapi diikat dan dilemparkan ke satu sisi, untuk kemudian dikumpulkan untuk kemudian dapat dimanfaatkan untuk hal lain.



Combine jenis ini tersedia dalam tipe dorong maupun tipe kemudi. Lebar pemotongan bervariasi dari 60 cm hingga 1,5 meter. Enjin yang digunakan bervarias dari 7 hingga 30 hp. Karena jauh lebih berat dari pada binder bagian penggerak majunya dibuat dalam bentuk trak karet (full track rubber belt).
Kecepatan maju berkisar antara 0,5 hingga 1 m/detik. Dengan memperhitungkan waktu belok dan waktu pemotongan dengan manual di bagian pojok lahan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pemanenan berkisar 30 hingga 70 menit per 10 are, jika lebar pemotongan 1m.

2.      Standard type combine harvester
Mesin panen padi jenis ini adalah mesin yang dikembangkan di Amerika dan Eropa, yang dipergunakan juga untuk memanen gandum. Padi yang dipotong termasuk jeraminya, semuanya dimasukkan ke bagian perontokan. Gabah hasil perontokan ditampung dalam tangki, dan jeraminya di tebarkan secara acak di atas permukaan tanah. Semua jenis combine ini dioperasikan dengan cara dikendarai (riding type).



Lebar pemotongan berkisar antara1,5 hingga 6 meter. Namun yang populer adalah 4 meter. Enjin sebagai sumber tenaga gerak adalah sekitar 25 hp per 1 meter lebar pemotongan. Bagian penggerak majunya adalah menggunakan roda, atau half-track type atau full-track type


Thursday, 21 July 2016

Laporan Praktikum Penyimpanan dan Penggudangan KULTUR SERANGGA HAMA GUDANG, IDENTIFIKASI PENYUSUTAN BAHAN PANGAN, SISTEM PENYIMPANA KARUNG (BAG PACK), TEKNIK PEMBUATAN FLONDER, IDENTIFIKASI SERANGGA HAMA GUDANG,



KULTUR SERANGGA HAMA GUDANG,
IDENTIFIKASI PENYUSUTAN BAHAN PANGAN,
SISTEM PENYIMPANA KARUNG (BAG PACK),
TEKNIK PEMBUATAN FLONDER,
IDENTIFIKASI SERANGGA HAMA GUDANG,
KUNJUNGAN KE DOLOG.

Oleh :
                                                


                               
LABORATORIUM TEKNIK PASCA PANEN
 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2012







KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikat rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat merampungkan laporan yang sederhana ini
Selanjutnya salawat beserta salam marilah sama-sama kita panjatkan kepangkuan alam nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan ke alam yang berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini.
Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada pihak-pihak yang telah memberi masukan serta pemikiran demi terselesainya laporan ini.
Mengingat laporan ini sangat jauh dari kesempurnaan,untuk itu saran dan kritikan yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan untuk masa mendatang.








Laporan Praktikum Satuan Operasi Sifat Fisik Bahan 1

Laporan Praktikum Satuan Operasi                                           



I. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Volume merupakan salah satu sifat fisik yang banyak digunakan perhitungan awal untuk menduga sifat fisik yang lain seperti berat jenis. Volume dari bahan pertanian dapat dihitung dengan menggunakan pendekatan kemiripan bentuk geometris. Dalam beberapa hal, bentuk dapat diaproksimasikan dengan salah satu dari bentuk geometris speroid prolat, spheroid oblat dan right circular cone.
Bahan pangan pada umumnya dalam bentuk cairan dan padatan, meskipun demikian bukan berarti bahan-bahan air tidak mengandung bahan-bahan padatan (solid) dan begitu juga sebaliknya, dalam bahan padatan terdapat pula bahan cair. Pada bahan pangan uji sifat fisik biasanya dilakukan terhadap kekerasan, warna, rasa, dan bau bahan tersebut. Sedangkan uji kimia dapat dilakukan terhadap PH, total asam, dan kadar gula. Diantara sifat fisik tersebut berat dan volume biasanya dipakai untuk pemutuan buah berdasarkan kuantitas. Dalam kegiatan pascapanen lainnya seperti pengemasan dan pengangkutan, sifat fisik sangat diperhatikan.

B. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari pratikum ini adalah untuk menentukkan volume dan berat jenis.