Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts

Sunday, 31 July 2016

INSTALASI PLC

INSTALASI PLC
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Seiring perkembangan zaman, seluruh teknologi terus mengalami perkembangan terutama di bidang industri.Perkembangan tersebut terlihat di industri pemabrikan, dimana sebelumnya banyak pekerjaan menggunakan tangan manusia, kemudian beralih menggunakan mesin, berikutnya dengan  electro-mechanic (semi otomatis) dan sekarang sudah menggunakan robotic (full automatic).

Saturday, 23 July 2016

INTEGRATED THRESSING GRADING MACHINE (ITGM)

INTEGRATED THRESSING GRADING MACHINE (ITGM)

ITGM atau Integrated Thressing Grading Machine adalah mesin pertanian yang dapat digunakan untuk merontokkan sekaligus mengupas padi menjadi beras dan memisahkan menirnya. Namun perlu diperhatikan, kadar air pada beras tidak boleh kurang dari 14 persen. Jika kurang, maka akan mengakibatkan beras menjadi patah. Alsintan ini dilengkapi dengan system control otomatis electric. Artinya semua system yang ada pada ITGM digunakan arus listrik dan arus ini saling berhubungan antara system yang satu dengan yang lainnya (seri) apabila pada salah satu system terjadi not regular contraction current, maka system ini akan terputus dengan sendirinya tanpa merusak system lainnya.

ITGM memiliki 4 bagian utama, yaitu :
1.            Thresher
Berfungsi untuk merontokkan padi. Padi yang telah dirontokkan kemudian akan dibawa ke Huller melalui tower pemindah. Pemindahannya didorong oleh angin yang dihembuskan oleh blower.
2.            Huller
Berfungsi sebagai pengupas bulir padi menjadi beras. Terdapat dua huller, dimana fungsi huller pertama adalah sebagai pengupas padi, namun jika ada padi yang tidak terkelupas dalam huller pertama maka akan dikupas pada huller kedua.
3.            Selector
Padi yang telah dikupas di huller kemudian akan di transfer lagi melalui tower pemindah ke selector. Selector berfungsi sebagai penyeleksi beras bagus dengan beras patah. Selector dilengkapi dengan rol pembersih, dimana jika ada beras yang terselip pada dinding selector, maka rol pembersih akan mendorong kembali beras ke dalam selector. Beras dengan kondisi bagus kemudian akan dikeluarkan melalui pipa output.
4.            Converyor
         Beras patah dari hasil seleksi kemudian akan dialirkan ke Converyor yang kemudian akan                     dialirkan ke pipa output.

COMBINE HARVESTER

COMBINE HARVESTER

1. Head-feed type combine harvester
Mesin panen combine jenis ini dikembangkan di Jepang. Mesin ini hanya mengumpankan bagian malainya saja dari padi yang dipotong ke bagian perontok mesin. Gabah hasil perontokan dapat ditampung pada karung atau tangki penampung gabah sementara. Bagian pemotong dari mesin ini adalah hampir sama dengan bagian pemotong dari binder, bagian pengikatnya digantikan dengan bagain perontokan. Jerami, setelah perontokan, bisa dicacah kecil-kecil sepanjang 5 cm dan ditebar di atas lahan, atau tidak dicacah, tetapi diikat dan dilemparkan ke satu sisi, untuk kemudian dikumpulkan untuk kemudian dapat dimanfaatkan untuk hal lain.



Combine jenis ini tersedia dalam tipe dorong maupun tipe kemudi. Lebar pemotongan bervariasi dari 60 cm hingga 1,5 meter. Enjin yang digunakan bervarias dari 7 hingga 30 hp. Karena jauh lebih berat dari pada binder bagian penggerak majunya dibuat dalam bentuk trak karet (full track rubber belt).
Kecepatan maju berkisar antara 0,5 hingga 1 m/detik. Dengan memperhitungkan waktu belok dan waktu pemotongan dengan manual di bagian pojok lahan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pemanenan berkisar 30 hingga 70 menit per 10 are, jika lebar pemotongan 1m.

2.      Standard type combine harvester
Mesin panen padi jenis ini adalah mesin yang dikembangkan di Amerika dan Eropa, yang dipergunakan juga untuk memanen gandum. Padi yang dipotong termasuk jeraminya, semuanya dimasukkan ke bagian perontokan. Gabah hasil perontokan ditampung dalam tangki, dan jeraminya di tebarkan secara acak di atas permukaan tanah. Semua jenis combine ini dioperasikan dengan cara dikendarai (riding type).



Lebar pemotongan berkisar antara1,5 hingga 6 meter. Namun yang populer adalah 4 meter. Enjin sebagai sumber tenaga gerak adalah sekitar 25 hp per 1 meter lebar pemotongan. Bagian penggerak majunya adalah menggunakan roda, atau half-track type atau full-track type


Mesin Bubut


I.     PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Mesin bubut merupakan salah satu mesin proses produksi yang dipakai untuk membentuk benda kerja yang berbentuk silindris. Pada prosesnya benda kerja terlebih dahulu dipasang pada chuck (pencekam) yang terpasang pada spindel mesin, kemudian spindel dan benda kerja diputar dengan kecepatan sesuai perhitungan. Alat potong (pahat) yang dipakai untuk membentuk benda kerja akan disayatkan pada benda kerja yang berputar. Umumnya pahat bubut dalam keadaan diam, pada perkembangannya ada jenis mesin bubut yang berputar alat potongnynya, sedangkan benda kerjanya diam. Dalam kecepatan putar sesuai perhitungan, alat potong akan mudah memotong benda kerja sehingga benda kerja mudah dibentuk sesuai yang diinginkan. Dikatakan konvensional karena untuk membedakan dengan mesin-mesin yang dikontrol dengan komputer (Computer Numerically Controlled) ataupun kontrol numerik (Numerical Control) dan karena jenis mesin konvensional mutlak diperlukan keterampilan manual dari operatornya.
Mesin bubut terbagi dalam dua kelompok berdasarkan versinya yaitu mesin bubut konvensional dan mesin bubut CNC (control numerical computer). Mesin bubut konvensional sistem kontrolnya secara umum masih manual, kendati pada kondisi-kondisi tertentu bisa dikontrol secara otomatis dengan tuas otomatis. Sedangkan mesin bubut CNC sistem kontrol sudah sangat modern. Oleh sebab itu, mesin bubut CNC lebih akurat dalam pengerjaannya dan mudah dalam pengoperasian.

B.     Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum pengenalan mesin bubut ini adalah supaya praktikan dapat memahami prinsip kerja mesin bubut dalam proses produksi dan mahir dalam mengoperasikannya.


II.      TINJAUAN PUSTAKA

Mesin bubut merupakan salah satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja pada proses turning atau lebih dikenal dengan proses bubut adalah proses penghilangan bagian dari benda kerja untuk memperoleh bentuk tertentu. Di sini benda kerja akan diputar/rotasi dengan kecepatan tertentu bersamaan dengan dilakukannya proses pemakanan oleh pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding)(Anonim, 2010).


Download Selengkapnya





Thursday, 21 July 2016

Makalah Kolektor Surya



Kolektor surya merupakan salah satu alat penyerap panas matahari yang berfungsi untuk mengubah energi panas menjadi energi listrik. Kolektor surya dapat digunakan untuk memanaskan air, sama seperti sel surya sumber utama kolektor surya adalah sinar matahari. Kolektor surya  dapat diartikan sebagai pengumpul panas matahari alat ini dilengkapi oleh suatu alat penyerap panas yang bisa menyimpan panas dalam waktu yang lama. Kolektor surya tediri dari kotak kolektor yang permukaannya dilapisi kaca sedangkan dasarnya di cat hitam. Didalam kotak kolektor surya tersebut dipasang pipa pipa yang dialiri air, oleh sebab itu air yang ada didalam pipa dapat panas kemudian bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Download Selengkapnya
Disini